TUGAS 3 (ISD)

Sabtu, 26 November 2011

Perspektif perilaku menyatakan bahwa perilaku sosial kita paling baik dijelaskan melalui perilaku yang secara langsung dapat diamati dan lingkungan yang menyebabkan perilaku kita berubah. Perbedaan utama dalam perspektif perilaku meletakkan struktur sosial (makro) sebagai perilaku sosial individu, sedangkan sebagian lebih memandang individu (mikro) merupakan agen yang aktif dalam membentuk perilakunya sendiri.

Coba anda buatlah beberapa contoh perilaku dalam makro dan mikro, baik peran anda dalam masyarakat atau berdasarkan pengamatan yang ada di sekitar lingkungan kehidupan

Struktur Makro
Makro beranggapan bahwa perilaku manusia terbentuk dari struktur sosial yang ada di luar manusia dan bersifat mendahului individu. Jadi struktur tersebut mereproduksi aturan, nilai, pranata, dan normal sosial yang akan membentuk pola perilaku manusia. Struktur sosial, apapun dasarnya baik itu ekonomi maupun nilai nilai social dianggap lebih dominan sebagai faktor utama pembentuk perilaku individu.Jadi manusia lebih di asumsukan sebagai makhluk sosial yang di kendalikan oleh aturan aturan berdasar yang berlaku secara umum. Pandangan ini berdampak pada bagaimana perilaku manusia harus di jelaskan secara alamiah.

Struktur Mikro  
Perspektif mikro menjelaskan bahwa sumber sumber motivasional perilaku manusia bukan berada dalam dirinya melainkan berada pada nilai nilai yang di hargai dan disediakan oleh struktur sosial masyarakat dimana individu itu hidup.

Dalam hal ini saya menggunakan paham dari seorang sosiolog asal Amerika yang bernama Randall Collins, yaitu Mikrososial yang berarti hubungan interaksi antar individu dalam masyarakat, dan Makrososial yang berarti hasil dari interaksi antar individu dalam masyarakat tersebut.

Maka contoh yang dapat
saya ambil dari pengertian MIKROSOSIAL Dan MAKRSOSIAL di atas sebagai berikut :

Saya mahasiswa di sebuah universitas ,kemudian saya dan beberapa rekan mahasiswa lainnya mengadakan suatu rapat yang merencanakan akan dibentuknya sebuah organisasi pemuda atau yang biasa disebut dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Di dalam rapat, kami saling mengemukakan pendapat tentang bagaimana baiknya sistem yang akan diberlakukan serta memilih calon-calon perangkat yang dianggap mampu mengelola organisasi tersebut (proses inilah yang disebut dengan Mikrososial). Dan akhirnya, setelah semua sepakat dengan sistem yang berlaku beserta perangkat-perangkat yang akan mengelolanya, terbentuklah sebuah organisasi BEM (BEM inilah yang disebut Makrososial).

0 komentar:

Posting Komentar